Nunukan,(Bacabah.com)-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nunukan melantik dan mengambil sumpah janji 63 Pengawas Kecamatan (Panwascam), dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024, yang dilaksanakan di ruang pertemuan hotel Laura pada, sabtu (25/05/2024) malam.
Panwaslu Kecamatan dari 21 Kecamatan se-Kabupaten Nunukan ini dilantik oleh ketua Bawaslu, Moch. Yusran dan secara resmi menandatangani berita acara pelantikan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Hasan Basri mengucapkan selamat atas dilantiknya anggota panwaslu kecamatan se-Kabupaten Nunukan dalam rangka menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.
Hasan Basri menyampaikan, Sebagai bagian dari penyelenggara pemilu, Panwascam memikul tanggung jawab mewujudkan kualitas pemilu yang semakin baik dan demokratis.
Hal ini menjadi penting, karena pemilu tahun 2024 yang baru beberapa bulan lalu dilaksanakan mendapatkan beberapa catatan dan evaluasi dari berbagai pihak.
Lanjut Hasan Basri, dalam beberapa bulan kedepan, kita akan melaksanakan Pilkada untuk memilih Gubernur, Walikota dan Bupati di seluruh Indonesia. Dari pengalaman selama ini, situasi dan dinamika yang terjadi dalam pilkada selalunya lebih tinggi.
“Untuk itu, saya berharap kepada Bawaslu dan seluruh jajarannya untuk benar- benar memberikan perhatian yang sungguh- sungguh pada potensi kerawanan tersebut.
Jangan sampai Pilkada mendatang menjadi tidak berkualitas dan suasana di masyarakat tidak kondusif akibat keputusan dan sikap penyelenggara pemilu yang tidak semestinya,” tegas Hasan Basri.
Sebelum mengakhiri sambutan Bupati Nunukan, Kepala Badan Kesbangpol Hasan Basri juga mengajak kepada segenap yang hadir untuk mengambil peran masing- masing dalam mewujudkan Pilkada yang aman, damai, demokratis dan berkualitas.
Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan, Moch. Yusran mengatakan, pada kesempatan malam ini panwaslu kecamatan yang dilantik dalam rangka Pilkada serentak tahun 2024 ini menggunakan pakaian adat.
“Ini saya harapkan bukan hanya seremonial, tapi ini menandakan bahwa kita ingin meskipun pilihan pada Pilkada ke depan itu berbeda-beda tetapi kita harus tetap menjaga silaturahmi, menjaga persaudaraan sesama masyarakat, suku, maupun agama, oleh karena itu harapannya dengan menggunakan baju adat ini, kita ingin menjaga bahwa kita tetap Bhineka Tunggal Ika.
Walaupun pilihan berbeda dan siapapun yang nanti akan terpilih pada Pilkada tahun 2024 nanti, kita harapkan bisa tetap menjaga kondusifitas kabupaten Nunukan dengan aman”, ujar Yusran.
Lanjut Yusran, panwascam itu tetap panitia pengawas pemilu, atau panwaslu kecamatan yaitu sesuai dengan peraturan dalam Undang- undang nomor 7 tahun 2017 sebagai rujukan dalam hal penyelenggara pemilihan umum.
“Kepada pemerintah daerah, kami berharap agar bisa bersinergi dan kami mohon masukkan, arahan, dan kritik kebaikan kami.
Saya juga berharap pawascam jangan kemudian ada yang menghindar dari kritik masyarakat dan seterusnya, itu penting untuk kita bangun silaturahmi sesama, tapi kita bukan dalam rangka untuk diuji, tapi betul- betul sumpah dan janji kita, betul- betul untuk bekerja sesuai amanah untuk kita dapat bersinergi”, ucap Yusran. (Rdm/Prokompim).
