Nunukan,(Bacabah.com)-Berkaitan dengan voice note Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid yang beredar di media sosial (Medsos) belum lama ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nunukan bersama Polres Nunukan menggelar Konferensi Pers terkait Pencatutan nama instansi kepolisian dalam voice note tersebut.
Voice note Bupati Nunukan akhirnya diklarifikasi melalui press conference yang digelar di Aula Sebatik Polres Nunukan, Senin (13/05/2024).
Acara konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Nunukan AKBP. Taufik Nurmandia dihadiri Kasih Humas Polres Nunukan, AKP Siswati, Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid, Kadis Kominfotik Nunukan, Kaharuddin, Kabag Prokompim, Juned, dan Staf Prokompim Setkab Nunukan serta sejumlah awak media.
Dalam press conference tersebut, Kapolres Nunukan AKBP Taufik Nurmandia dan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid memberikan klarifikasi terkait voice note yang beredar di media sosial.
Kapolres Nunukan AKBP Taufik Nurmandia menyampaikan bahwa, voice note yang beredar luas dan didalamnya disebutkan instansi kepolisian telah dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Nunukan secara langsung kepada Bupati Nunukan.
“Setelah voice note itu viral, Bupati sendiri menelpon langsung untuk meminta maaf atas adanya instansi kepolisian yang disebutkan.
Bupati juga bermaksud baik menyampaikan langsung kepada kami jika membutuhkan keterangan bisa langsung ke rumah”, ujar Kapolres Nunukan dihadapan awak media.
Lanjut Kapolres Nunukan, memang sempat ramai di media sosial di Nunukan terkait perintah Bupati kepada Lurah Nunukan Barat dalam rangka pemberian bantuan sosial (Bansos) pemda Nunukan.
“Setelah kami meminta keterangan dari sejumlah pihak yang terkait dengan beredarnya voice note itu, kesimpulan yang kami dapatkan tidak ada unsur pidana didalamnya. Sebab, Bupati juga mengakui Voice note tersebut benar suara beliau yang dikirim via WhatsApp pribadi”, ungkapnya.
Lanjutnya, pada prinsipnya Polres Nunukan tetap netral dalam pilkda serentak 2024 di Kabupaten Nunukan.
Siapa pun calonnya baik masyarakat maupun media yang memiliki kubu masing-masing dukungan, kami meminta pemberitaan yang benar, masyarakat jangan membuat Hox yang membuat Nunukan ini tidak nyaman.
“Nunukan punya kita, jangan karena beda pilihan kita tidak nyaman hidup di Nunukan. Yang terpilih mungkin ingat saat dia nyalon, setelah dia terpilih mungkin sudah lupa sama kita.o
Oleh karena itu, tetap jaga situasi yang kondusif sehingga Pilkada nanti berjalan lancar dan yang terpilih nanti bisa betul- betul bekerja dengan baik membangun Kabupaten Nunukan yang semakin baik dan apa yang diharapkan masyarakat bisa terwujud”, terang Kapolres Nunukan.
Selanjutnya dalam press conference dimaksud, Bupati Nunukan. Hj Asmin Laura Hafid mengakui suara dalam voice note itu suaranya yang memerintahkan Lurah Nunukan Barat. Tujuan dari voice note tersebut kata Bupati Nunukan, adalah memerintahkan Lurah untuk melakukan pendataan bantuan sosial (Bansos).
“Ada dua perintah yang disampaikan melalui surat dan voice note, namun karena surat yang dikirim tidak dibuka oleh Lurah, karena itu saya voice note langsung”, ujar Laura.
Disampaikan pula bahwa, kenapa ada mencatut nama Polres itu sebenarnya untuk penekanan agar pak lurah itu mau bekerja, karena di lurah Nunukan Barat itu ada 28 RT dan ada beberapa RT yang di Sebakis.
“Selama ini yang lambat datanya masuk itu adalah Nunukan Barat, makanya dengan pemikiran saya dengan menyebut nama Polres, pak Lurah bisa mempercepat kinerjanya karena mungkin jika menyebut nama Polres mereka bisa bekerja lebih cepat.
Saya sangat menyesal voice note itu beredar dan bisa menjadi multi tafsir di tengah Masyarakat. Saya juga berharap kepada masyarakat Kabupaten Nunukan terkait voice itu tetap tenang dan kami berjanji sebagai Bupati Nunukan dan Kapolres tetap bekerja secara professional”, Tutupnya.(***).













