Bulungan,(Bacabah.com)-Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengikuti seremonial penempatan 55 KK transmigran lokal di Balai UPT Tanjung Buka SP 10, Kecamatan Tanjung Palas Tengah pada, Senin (5/1/2026).
Bupati berpesan, agar lahan maupun bangunan yang diperoleh transmigran jangan dijual atau beralih tangan serta digunakan untuk kegiatan produktif penanaman pangan.
”Kita mengingatkan masyarakat transmigrasi agar tidak menjual lahan yang telah diberikan dan menjaga kepemilikan sertifikat agar tidak berpindah tangan,” pesan Bupati.
Dilanjutkan, Pemkab berkomitmen memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi Tanjung Buka secara terintegrasi.
Sejak tahun 2019, kawasan tersebut telah dihuni oleh masyarakat transmigrasi dan menjadi lokasi terakhir pelaksanaan program transmigrasi di Kabupaten Bulungan.
Pemerintah daerah pun menetapkan kebijakan moratorium pembukaan kawasan transmigrasi baru.
Langkah ini diambil agar pembangunan dapat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar di kawasan Tanjung Buka yang memiliki 10 satuan pemukiman (SP1–SP10) dengan lebih dari 200 kepala keluarga.
Pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyediaan perumahan, tetapi juga mencakup infrastruktur dasar, penerangan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.
Meskipun kawasan tersebut telah berstatus sebagai desa definitif, pemerintah daerah tetap memberikan pelayanan dan pendampingan guna memastikan kawasan transmigrasi dapat berkembang secara optimal seperti kawasan transmigrasi lainnya di Bulungan.
Bupati mengajak masyarakat transmigrasi untuk mengubah pola pandang dengan tidak hanya menunggu pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan aktif dalam mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai sentra pangan.
”Kedaulatan pangan menjadi salah satu dari 15 program prioritas pembangunan Kabupaten Bulungan,” tandasnya.
Bupati juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat terkait pelepasan kawasan APL (Areal Penggunaan Lain) transmigrasi untuk pembangunan fasilitas publik.
Usulan tersebut antara lain penyediaan lahan seluas 15 hektare di Tanjung Palas Utara untuk pembangunan IAIN Kalimantan Utara serta sekitar 5 hektare di Desa Gunung Sari untuk pembangunan Sekolah Garuda, sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto”.(**/ Prokompim Bulungan).













