Nunukan,(Bacabah.com)-Beragam tradisi unik digelar warga dalam menyambut hari kemenangan hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah / 2024 Masehi.
Di desa Binusan, Desa persiapan Ujang Fatimah, Kecamatan Nunukan misalnya, ratusan pemuda- pemudi desa Binusan menggelar pawai obor malam takbiran dengan berjalan kaki keliling Kampung, Selasa (09/04/2024) Malam.
Pawai obor tersebut dimulai dari Simpang Tiga Sei Fatimah dan berakhir di jembatan Sei Fatimah.
Kemeriahan terasa lebih lengkap ketika para pemuda pemudi mengumandangkan Takbir, dan sepanjang pinggir jalan Sei Fatimah dihiasi obor yang menyala.
Salah satu pemuda Sei Fatimah Agusli saat ditemui menjelaskan, kegiatan takbiran keliling ini setiap tahun kami laksanakan, namun untuk pemasangan obor disepanjang jalan perdana kami lakukan.
“Rencana target kami akan memasang disepanjang jalan 500 obor, namun yang tercapai hanya 350 obor.
Sementara untuk yang dibawa peserta ada 40 obor”, kata Agusli.
Kegiatan Takbiran dan pawai obor tersebut dijelaskan Henky, di tradisi suku Tidung “Magong” adalah- ketika malam menyambut bulan suci ramadhan atau takbiran kita diwajibkan untuk jalan beramai- ramai.
“Maknanya supaya kampung kita terang dan malaikat itu turun pada malam itu dan suka melihat suasana yang seperti itu”, jelasnya.
Agusli juga menerangkan, dalam takbiran dan pawai obor melibatkan seluruh anak muda maupun anak-anak untuk lebih aktif dan berkembang.
“Kita juga ingin lebih lagi mengembangkan kekompakan dan keaktifan anak muda maupun anak- anak di desa kita untuk berkegiatan”, terangnya.
Agusli berharap dengan kegiatan takbiran dan pawai obor, Pemerintah desa maupun Pemerintah Daerah bisa ikut serta untuk di tahun berikutnya.
“Harapannya Pemerintah desa maupun daerah memberikan dukungan kepada kami supaya kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti tahun ini, namun di tahun- tahun yang akan datang kalau bisa lebih meriah lagi”, pungkasnya. (***)













